Skip to content
HHBK & Ekowisata

Hasil Hutan Bukan Kayu & Ekowisata

Mangrove bisa lebih menguntungkan saat tetap berdiri daripada ditebang. Koperasi masyarakat mengolah nira nipah, buah mangrove, dan kepiting menjadi produk berharga adil, dan wisata kelompok kecil membawa pengunjung ke hutan bersama pemandu lokal.

6

lini produk dari sumber daya mangrove

5

koperasi yang dipimpin perempuan

4

paket wisata percontohan

70%

biaya wisata untuk komunitas tuan rumah (contoh)

Mengapa HHBK penting

Bagi banyak rumah tangga di sekitar teluk, pendapatan tunai terutama berasal dari udang dan kepiting. Harganya naik-turun mengikuti musim dan pembeli dari luar kabupaten. Menambah nilai di tingkat lokal — mengolah, menyortir, mengemas — membuat lebih banyak uang tetap di kampung dan memberi keluarga alasan untuk menjaga hutan yang menghasilkan barang-barang ini.

Setiap produk di bawah dipanen dengan aturan yang disepakati bersama pemilik ulayat (marga) setempat, dan koperasi mencatat volume panen agar tetap dalam batas lestari.

Katalog produk

Harga indikatif di koperasi (data contoh, 2026).

Gula nipah

Nypa fruticans

Nira dari tangkai bunga dimasak hingga menjadi gula cokelat lembut. Satu pohon dapat disadap berbulan-bulan tanpa ditebang.

Rp 45.000 / 500 g

Sepanjang tahun

Tepung buah lindur

Bruguiera gymnorrhiza

Propagul direndam dan direbus beberapa kali untuk menghilangkan tanin, lalu dikeringkan dan digiling menjadi tepung bebas gluten untuk kue dan mi.

Rp 35.000 / 500 g

Musim berbuah

Sirup pidada

Sonneratia alba

Buah yang asam diolah menjadi sirup dan selai. Hanya buah jatuh atau matang yang dikumpulkan agar bibit tetap bisa tumbuh.

Rp 30.000 / 330 ml

Musiman

Kepiting bakau hidup tersortir

Scylla spp.

Kepiting disortir menurut ukuran di titik pengumpulan kampung; yang di bawah ukuran dan betina bertelur dilepas kembali. Kepiting tersortir dihargai lebih baik daripada tangkapan campuran.

Rp 90.000–140.000 / kg sesuai kelas

Izin adat

Pati sagu

Metroxylon sagu

Dipanen dari rawa air tawar di belakang mangrove. Dijual basah dalam bungkus daun atau sebagai tepung kering untuk papeda.

Rp 25.000 / kg (kering)

Pangan pokok

Noken dan anyaman

Tas tali dan tikar buatan tangan dari serat kulit kayu dan daun nipah atau pandan. Noken diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Rp 150.000–400.000 / buah

Kerajinan

Paket ekowisata

Hanya kelompok kecil (maks. 8 tamu), selalu bersama pemandu dari kampung tuan rumah. Harga per orang, termasuk perahu dan pemandu (data contoh).

Jalan papan & jalur interpretasi mangrove

Jalan kaki 1,2 km dekat kota Bintuni melalui tegakan Rhizophora dewasa, dengan papan informasi tentang zonasi, akar, dan karbon. Cocok untuk keluarga dan rombongan sekolah.

2 jam · Rp 75.000

Mudah

Susur sungai pagi & pengamatan burung

Berangkat saat fajar dengan perahu panjang ke menara pengamatan, disesuaikan dengan pasang surut. Cangak, raja-udang, elang-laut, dan burung pantai migran pada musimnya.

5 jam · Rp 450.000

SedangTerbaik Sep–Nov

Sehari bersama nelayan kepiting

Ikut keluarga nelayan Kuri memasang dan memeriksa bubu, belajar sistem izin adat dan aturan ukuran, lalu memasak hasil tangkapan di kampung.

2 hari / 1 malam di rumah warga · Rp 1.250.000

Budaya

Dari sagu ke papeda

Kunjungi dusun sagu Irarutu, saksikan penebangan, penokokan, dan peramasan empulur, lalu santap papeda dengan ikan kuah kuning.

Sehari penuh · Rp 600.000

BudayaKuliner

Tata tertib pengunjung

  1. 1

    Minta izin sebelum masuk

    Semua wilayah hutan dan sungai dimiliki marga. Wisata diatur melalui kampung tuan rumah, yang memungut retribusi adat.

  2. 2

    Ikuti jadwal pasang surut

    Waktu berangkat bergantung pada pasang surut. Pemandu yang memutuskan kapan aman untuk berangkat dan di mana boleh mendarat.

  3. 3

    Jangan ambil apa pun, jangan tinggalkan apa pun

    Dilarang mengambil tumbuhan, propagul, atau satwa, dan bawa kembali semua sampah ke kota.

  4. 4

    Kesehatan dan keselamatan

    Bintuni termasuk daerah malaria: gunakan losion antinyamuk dan baju lengan panjang. Kenakan pelampung yang disediakan dan tetap di perahu di habitat buaya.