Hutan yang dibentuk oleh pasang surut
Teluk Bintuni adalah teluk panjang dan terlindung di sisi selatan Semenanjung Kepala Burung. Sungai-sungai besar membawa sedimen halus ke teluk, dan pasang surut setinggi beberapa meter merendam pesisir yang landai dua kali sehari. Perpaduan lumpur, air tawar, dan pasang surut inilah yang membentuk sekitar 260.000 hektar mangrove — sekitar 8,9% dari seluruh mangrove Indonesia.
Sebagian besar hutan didominasi Rhizophora apiculata, dengan Bruguiera gymnorrhiza dan B. parviflora di tanah yang lebih padat. Bagian timur laut teluk dilindungi sebagai Cagar Alam Teluk Bintuni (sekitar 124.851 ha), sementara wilayah lain berada di bawah hak ulayat adat atau izin hutan produksi.